Pedang Tetesan Air Mata

Judul buku: Pedang Tetesan Air Mata.

Karya: Gu Lung.

Penterjemah: Tjan ID.

Penerbit: Tjan Brothers Publishing.

Jumlah buku: 1 (satu).

Harga: 60.000,- (diskon 25%)

Sinopsis:

Hawa pedang tajam menggidik rasa.

Suara seruling lembut bagai air mengalir.

Seorang pahlawan tak boleh meneteskan air mata.

Ubahlah jadi cucuran darah sejati.

 

Pengembara tiga kali bernyanyi.

Hanya menyanyikan lagu pahlawan.

Pengembara tanpa tempat huni.

Pahlawan tanpa air mata.

 

 

Sewaktu pedang ini keluar dari tempaan, sudah terlihat cahaya keganasan dari ujungnya.

Semacam cahya ganas berfirasat buruk.

Tanpa terasa air matanya meleleh membasahi pedang, membentuk sebuah bekas tetesan air mata pada pedang itu.

 

Pedang terkutuk yang akan merengut anak lelaki keturunannya.

Itulah sebabnya dia mengeteskan air mata.

 

Mampukah Siau-ko mematahkan kutukan yang melekat pada senjatanya itu?

Siapakah si misterius yang mengincar pedangnya itu?

 

Sejak kemunculan pedang itu, dunia persilatan menjadi ikut bergolak.

Dua kutub kekuatan saling menyerang dan menghancurkan.

Siau-ko harus bertahan.

Dunia persilatan harus menjadi tenang kembali.

 

Mampukah Siau-ko lolos dari ujian jebakan yang disebarkan pesohor dunia persilatan?

Apakah Siau-ko akan tercatat sebagai pahlawan? Atau pecundang?

 

Pedang tetesan air mata.

Roman tentang cinta dan makna akan persahabatan.

Tentang air mata dan darah pahlawan.

Tentang Tjan I.D

Tjan ID, mulai menterjemahkan buku cerita silat di tahun 1969, judul pertama adalah: Tujuh Pusaka Rimba persilatan. hingga kini, tahun 2016, saya masih aktif menterjemahkan.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Buku cerita silat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s